Tampilkan postingan dengan label tasikmalaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tasikmalaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 November 2017

Siang Tasik

Hari ini Tasik, tepatnya kota Tasik terang dan cerah setelah beberapa hari mendung dirundung hujan.
Ah masih belum kesampaian meuli cingcau.
Da Mun aya mah rek meulak. pikeun paparantieun hayang, jadi teu kudu meuli.
Teu hese ieuh nyieun cingcau, cukup diaduk jeung cai asak nepika ancur, laju disaring, teundeun sapeuting ge namper.
Gulana mah rek digodog heula hade, digerus dadakan ge teu masalah.

Minggu, 11 Oktober 2015

Citiis Destinasi tersembunyi Di Kaki Dingdingari ( #SonoKaTasik )

Hari ini Petualang kami menikmati keasrian alam yang boleh dibilang masih Virgine karena belum banyak dikunjungi wisatawan.
Untuk urang Sunda ketika disebut nama tempatnya mungkin sedikit “kerung” mengernyitkan dahi. Ya Cipanas Citiis artinya air panas air dingin.
Ya kolam pemandian Cipanas/air panas ini berlokasi di Citiis kecamatan Padakembang kabupaten Tasikmalaya. Dari jalan Cisinga (Ciawi Singaparna) atau dari pasar Padakembang kirang lebih satu jam perjalanan. Pengunjung belok dari jalan yang ada mesjid Besar Al Irsyad, menyusuri jalan aspal kampung yang mulai terkikis habis, setelah ujung kampung kita disuguhi jalan setapak yang hanya bisa dilalui motor saja. Bila takut tersesat sepanjang jalan bisa bertanya kepada masyarakat yang dengan senang hati akan menunjukan jalan.
Dibentengi gunung Dingding Ari, diapit sungai Cikunir (aliran pembuangan air kawah Galunggung), pada spot tertentu kita juga bisa melihat jalan atau tangga yang menuju puncak/kawah Galunggung. Sungguh sempurna penciptaan Sang Khalik.
Serasa di privat island, karena saat berendam atau berenang tidak dibisingkan hiruk pikuk pengunjung lain. Serasa kolam renang sendiri, hehehe…..
Bagi yang tidak sempat membawa bekal, pengelola menyediakan warung kopi dan makanan ringan lainnya, atau kalau mau dimasakin nasi liwet bisa pesan dari sebelumnya.
Tiket mask murah banget cuma dua ribu rupiah saja, motor bisa sampai ke bibir atau pinggir kolam.
Fasilitas kamar mandi untuk ganti baju juga tersedia empat kamar, cukup nyaman dan aman. Kalaupun ada sedikit kekurangan atau usul yakni tajug atau mushola untuk pengunjung muslim bila bertepatan dengan waktu sholat tiba. Selain itu dasar kolam yang licin oleh lumut karena mungkin jarang dibersihkan. Selebihnya Woooowwww….Kereeennnnnn…..Amaziiiing…..Buanget…….!!!!!
Yang perlu sangat diperhatikan pastikan moor anda sehat, terutama rem dan bannya, karena pada beberapa titik agak curam dan licin oleh pasir.
Jangan pikir panjang untuk menikmati destianasinya
Jangan pikir panjang untuk menikmati destianasinya

Selain kolam renang ada destinasi lain yang layak dikunjungi yang lokasinya tidak begitu jauh, yakni Curug Cikunir. Untuk wisatawan ziarah, ada curug/petilasan Tajimalela, Eyang semplak waja dan lain-lain.

Jadi so tunggu apalagi segera datang dan nikmati destinasinya.

Selasa, 06 Oktober 2015

Bumi Alit Sukapura Sukaraja Satu satunya Museum di Tasikmalaya ? ( #SonoKaTasik )

Lokasinya di Kecamatan Sukaraja, kabupaten Tasikmalaya, perjalanan tiga perempat jam dari pusat kota Tasikmalaya. Berada di belakang pasar Sukaraja. Sebetulnya tidak sulit untuk menemukan bangunan Bumi Alit, tetapi entah karena memang ketidak tahuan atau selama ini kurang informasi dan promosi tentang keberadaan Bumi alit, baik dari pemerintah dinas terkait atau dari Yayasan Keluarga/Pemangku Wakaf Keluarga Sukapura.
Namanya kalah tenar oleh komplek pemakaman Syekh abdul ghorib di Kawalu, apalagi oleh Gua saparwadi Pamijahan. Padahal bagi pecinta ziarah makam Leluhur bisa satu paket perjalanan, ditambah tidak jauh dari Bumi Alit ada komplek pemakaman leluhur Sukapura (Para Bupati awal dan keluarganya) atau lebih dikenal dengan Baganjing.
Jadi bila dari arah kota Tasikmalaya, pertama berziarah ke makam Syekh Abdul Ghorib, kedua berziarah ke makam Leluhur Sukapura dan tentunya juga ke Bumi Alit terakhir ke Saparwadi Pamijahan.
Bangunan Bumi Alit tidak terlalu besar, maap penulis lupa menanyakan ukuran bangunannya. Terbagi dua ruangan. Ruangan pertama cukup lebar berisi koleksi senjata dan foto-foto (repro) Sukapura jaman dulu. Ruangan kedua boleh dibilang ruangan khusus, karena tidak sembarang orang bisa masuk. Koleksi di dalamnya boleh jadi dianggap istimewa. Beruntung sekali pada saat penulis dan teman-teman berkunjung, entah kenapa pintu ruangan utam/istimewa dibuka, sampai penjaga kunci/kuncen geleng geleng kepala tapi tersenyum “Yang pasti atas izin dan kuasa Alloh.” “Sami turunan Sukapura” kata kuncen.
Jangan lewatkan, bila satu waktu berkunjung ke Bumi Alit untuk melihat sisa sisa pilar bangunan pendopo Sukapura, tepat di depan bangunan Bumi Alit.
Mangga, agan-agan, teteh – teteh, sumpingan Bumi Alit Museum Sukapura di Sukaraja.
foto koleksi pribadi dan sebagian koleksi Kang Gusmara Tomtom